saya hari itu, bicara dengan wajah saya. entah mereka menyadarinya atau tidak. atau malah memosisikan pikirannya dalam posisi denial dengan mengirim sugesti bahwa yang mereka lihat di sana itu bukan saya.
saya hari itu, juga bicara dengan wajah saya yang mereka kenal. sisi diri saya yang sering saya perlihatkan pada mereka--dan saya tahu mereka percaya itu saya--saya yang mereka kenal.
dua-duanya saya, namun sebetulnya dua sisi itu adalah sisi yang sangat bertentangan.
ketika saya menjadi diri saya yang mereka tidak kenal, mereka berkata itu bukan saya--namun ketika mereka lihat diri saya yang biasa saya tunjukkan pada mereka, mereka berkata itu baru saya. jadi sebetulnya diri saya yang sebenarnya itu yang tidak saya tunjukkan atau justru yang saya tunjukkan?
entahlah.
entah kata-kata dari diri saya yang mana yang akan mereka percaya.
***
220912, pasca screening nk3 hari kedua
Showing posts with label persona. Show all posts
persona 7 ; konsep diri (lagi?)
.
Category persona
Persona #6 ; struktur dasar
.
Terkadang, dekorasi adalah suatu muslihat terbaik untuk menutupi kebenaran--atau mungkin, fundamental dari suatu hal, karena dengan melihat dekorasi suatu persepsi dapat dialihkan dari kebenaran.
Tapi sedalam-dalamnya mengubur bangkai, lama-kelamaan baunya akan tercium juga.
Sama seperti ilusi yang nantinya akan pudar, menyisakan kabut yang menyelimuti kenyataan.
a/n: mindblow setelah baca Tokyo Zodiac Murders dan curhat sedikit sih
Category drabble, oke ini galau, persona
Persona #5 ; I'm unwanted
.
Kau yang bilang begitu sendiri padaku---bagimu, kau bukanlah siapa-siapa. Kau hanyalah satu titik kecil di alam semesta ini yang tidak mempunyai tempat dimana-mana, dan jika kau tersapu jauh dari sana, tak akan merubah apa-apa. Kau bahkan bilang kalau tidak akan ada yang akan menangisi jasadmu ketika nyawamu telah meninggalkannya. Kau bilang eksistensimu bukanlah apa-apa. Kau bilang, kau adalah manusia yang hanya membuat dunia sesak akan keberadaannya.
Lalu kau bilang padaku kalau lebih baik kau tak pernah ada di dunia ini.
Lalu kukatakan kalau kelahiranmu sama sekali bukan kesalahan, kau ada bukan karena kebetulan melainkan karena rencana Tuhan.
Lalu kau bilang padaku kalau kau sudah capek dengan segala omong kosongku, menuduhku tidak mengerti perasaanmu, dan meminta padaku untuk segera menghilangkan eksistensimu dari dunia ini.
Kukira, tak ada hal lain yang bisa kulakukan untuk menolongmu.
Jadi kupikir, aku akan mengabulkan permintaanmu yang terakhir ini.
Lalu kenapa kau berteriak saat aku menaruh pisau di lehermu, berniat untuk menghujamkannya menembus kulit dan dagingmu, merobek pembuluh darahmu sampai nyawamu hilang bersama likuid merah yang muncrat dari tubuhmu--dan bilang padaku kalau kau tak ingin mati?
***
a/n: terinspirasi dari Mirai Nikki: Another World episode 2
Category drabble, oke ini galau, persona
Persona #4 ; what hurts the most
.
"Yang sakit itu lukanya, bukan apinya." --@adrianisasha, 17 Juli 2012
Kenapa kau takut memegang api? Takut panas, katamu. Lalu kenapa kalau panas? Lalu kenapa kalau membakar kulitmu? Takut sakit, katamu. Hei, sejak kapan api itu menyakitkan? Api itu hanyalah salah satu dari berbagai fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Api itu panas. Hanya itu kata sifat yang mendeskripsikan api. Api itu tidak sakit. Yang sakit itu luka yang ditinggalkannya. Jadi kenapa kau takut sakit saat memegang api?
Category drabble, oke ini galau, oke ini nyampah, persona
Persona #3 ; living my life
.
yess sebentar lagi persona 4 *whack*
"What you see when you look at someone else’s life is just your illusion based on your perception, not their reality." --@nadnov
Persepsi dan realitas--dua hal yang selalu saling berkontradiksi, memberikan influensi masing-masing terhadap kacamata orang yang memakainya.
Jika seseorang memilih persepsi, dia akan cenderung mengabaikan realita--berlaku pula sebaiknya. Orang yang tenggelam dalam realita tidak akan punya waktu untuk melihat dari sudut pandangnya.
Unik--dua hal yang sebetulnya harus saling berada satu sama lain, namun pada kenyataannya, terjebak dalam lingkaran kontradiksi dan membentuk lensa kacamata kita.
Hei, mau coba pakai kacamata dengan lensa yang berbeda--satu lensa hitam dan satu lensa coklat, misalnya?
Category drabble, oke ini nyampah, persona
Persona #2 ; Distorsi
.
Hei, kamu. Iya, aku bicara padamu. Kemarilah. Kemari, ke sini, ke pangkuanku. Hari ini aku akan mengajakmu bicara banyak-banyak--atau sepertinya aku akan membuatmu bicara banyak-banyak. Tidak-apa-apa. Sebetulnya aku hanya akan mengajukan satu pertanyaan padamu. Iya, hanya satu.
Sebetulnya kamu, siapa?
Pertanyaan sederhana, bukan? Ah--maafkan aku, tapi aku tidak mau kau menyebut namamu, suatu hal yang pastinya aku sudah mengetahuinya. Yang aku inginkan sebagai jawabanmu adalah kejujuranmu--wajah di balik satu lapis topengmu yang selama ini kau sembunyikan. Wajah aslimu, wajah yang menggambarkan seperti apa dirimu yang sebenarnya.
Aku hanya ingin tahu, siapa kau sebenarnya?
Hei...
...atau sebaiknya, aku tidak usah tahu?
Apakah aku telah jatuh menjadi korban dalam distorsi makna topengmu itu, hm? Mengapa aku lebih tertarik terhadap hal yang kau sembunyikan rapat-rapat dalam dirimu, bukannya yang kau perlihatkan?
Padahal aku bisa saja membencimu kalau aku tahu sisi lainmu itu--satu hal yang paling tak kuinginkan.
Berarti, semua ungkapan "be yourself" itu tidak berlaku untukmu, dong? Kalau aku boleh menduga-duga, sisi dirimu yang kausembunyikan adalah sisi dirimu yang membuatmu takut. Takut akan penolakan dari lingkunganmu terhadap sisi dirimu yang itu. Takut akan kebencian semua orang yang melihatmu dengan wajah itu. Jadi kau mencoba menutupinya dengan topengmu, sampai topengmu itu larut dalam darahmu dan mengakar dalam dagingmu, menjadikan topeng itu bagian dari dirimu, sampai tak jelas batas antara dirimu yang sebetulnya dengan topengmu--itu berarti kau menjadi dirimu sendiri, kan?
Aku tak tahu itu termasuk kebohongan atau tidak. Mungkin iya. Mungkin tidak. Bisa saja kau bilang tidak karena kau merasa nyaman dalam kebohongan dan bisa saja kau bilang iya karena kau merasa tersiksa.
Kalau sudah begitu, apa yang akan kauperbuat?
..hei, jangan protes begitu. Aku kan sudah bilang kalau aku akan membuatmu bicara banyak.
Category oke ini galau, persona, tulisan menjelang tidur
Persona #1 ; Wired Life
.
愚かで美しい There is Wired Life
[is foolish, yet beautiful ; there is wired life]
Kacau. Bagaikan benang yang membelit satu sama lain, menciptakan suatu kekacauan yang menimbulkan kesulitan untuk menguraikan satu demi satu serat yang saling terbelit itu, namun di lain sisi juga menimbulkan satu ikatan tidak terpisahkan yang membuat benang-benang itu tidak mudah kukuh.
Apa ini?
Apakah ini yang disebut beautifully chaotic--indah dalam kekacauan, sebuah kontradiksi makna estetika yang sampai sekarang belum pernah aku tahu apa sebabnya?
--
a/n: terinspirasi dari lagu 'Wired Life' yang dinyanyikan oleh Kuroki Meisa.
Category drabble, fiction, persona, tulisan menjelang buka puasa /eh