Showing posts with label crosspost things. Show all posts

[fic] Secret Base


.

okay so this is a songfic from a tearjerker song, secret base ~Kimi ga Kureta Mono~ by ZONE. So love the lyrics, sweet yet sad. Orz. aaand I wrote this one in English, but my grammar is the way too crappy. maybe you already found the another version of this fiction in my livejournal? :D yes, I just change the character's name with my original characters XD
as usual click the link below or the title above to read!

(Four things Natsuki would never forget -- his big dreams, the end of summer, his secret base, and his childhood friend whom he shared the secret base with.)

"young people these days..."


.

berawal dari Provoke edisi April sama curhatan  ceritanya salah seorang guru yang bisa disebut guru super gahol di 3, saya jadi ikutan pengen curhat nih. Haha.

Sesuai dengan judulnya, “Young people these days…” saya emang mau curhat tentang anak muda zaman sekarang sih haha. Meskipun saya enggak tua-tua amat #woi baru juga tujuh belas tahun lebih berapa bulan lupa hidup di dunia, tapi alhamdulillah saya udah bisa mengungkapkan apa yang saya pikirkan dan rasakan hahahah #naon

Kalau menurut yang saya baca di Provoke kemaren, yang terjadi pada saat ini adalah Youthanasia. Alias Youth-euthanasia, suntik mati kepada kepribadian generasi muda. Intinya sih, anak muda zaman sekarang itu sudah kehilangan jiwa mudanya, karena mereka terlalu cepet gede, dan gaya hidupnya beda, beda banget dengan anak-anak zaman dulu. Kalau kata si ibu gahol, “Lebih susah jadi orangtua zaman sekarang daripada zaman dulu.”

Iya juga sih.

“Dulu mah perasaan ga gini-gini banget…”

Iya juga sih.

Dulu, yang namanya main berkelompok, itu berkelompok, literally, bukan main game online pake network. Dulu mata kita nyaris ga pernah terpapar radiasi monitor komputer, sekarang anak-anak bisa nongkrong nyaris seharian di depan monitor. Ga sayang apa sama mata, udah bagus bisa lihat jelas tapi dirusak gitu (oke, saya ngomong sama diri sendiri juga yang suka ngerusak mata tapi bukan gara-gara komputer doang kok XD)

Yang pake hape ada, tapi jaraaaaaang banget, itu juga cuma buat SMSan, dan jarang gitu dimainin pas lagi kumpul bareng keluarga atau temen. Tapi sekarang? Duh, bahkan anak kecil aja BB-an pas lagi makan. Dulu itu dibeliin Tamagochi aja udah seneeeeng banget, sekarang nggak dibeliin Tablet PC malah ngambek.
==”a

Jujur saya bersyukur pernah mengalami masa-masa main yang bener-bener main. Congklak, rumah-rumahan, sepedahan, dan nggak terlalu terpapar sama kemajuan teknologi. Sebenernya kemajuan teknologi zaman sekarang memang banyak manfaatnya, tapi dampak negatifnya kan jadi begini.

Dengan kemajuan teknologi informasi, anak-anak jadi terlalu cepat gede. Mereka jadi tahu hal-hal yang seharusnya masih belum layak untuk mereka tahu, dan kehidupan sosial mereka juga jadi sedikit… apa ya, mungkin ‘bergeser’ dari yang lebih suka tatap muka jadi lebih suka via dunia maya. Saya sendiri bete lihat anak kecil yang sok-sok gede, pake makeup menor kayak tante-tante, kerjaannya ngegosip, main BB segala macem, nyanyi lagu lagu cinta norak…

…padahal masa kecil itu kan nggak akan keulang lagi, ngapain cepet-cepet jadi gede?

Nikmatilah. Untuk jadi dewasa itu ada saatnya, kok.

***

a/n: crosspost from my tumblr.

cuma kangen.


.


Bagaikan tumpukan kerikil di tepi sungai yang digerus arus dan dihempas angin, dari substansi padat kokoh bergeming menjadi butir-butir debu tak kasat mata, begitulah hatiku ketika dilanda rindu padamu.

Kamu dan aku kini dipisahkan oleh sesuatu yang abstrak bernama jarak dan tahukah kamu betapa inginnya aku mengeliminasi jarak itu, mendekatkan kembali dua pecahan hati yang tercerai berai sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh?

***

Kamu.
Kamu dan senyum.
Kamu dan senyum dan gigi taringmu yang menyembul.
Kamu dan senyum dan gigi taringmu yang menyembul dan matamu yang berbinar-binar seperti bijih intan yang memantulkan cahaya--

--aku suka.
aku suka.
aku suka.
aku suka.

dan aku rindu.

***

Aku tak pernah mau tersakiti seperti kancil liar yang tertembak bulir peluru pemburu di tengah hutan, terkapar, dan berdarah, namun kamu menyakitiku  dengan rasa rindu teramat sangat yang bagaikan toksin dalam sendiku, membuatku mati rasa kaku dan menggelepar nyeri, namun aku tak bisa benci padamu.

Aku terjajah oleh bayang imajimu yang tak nyata terproyeksi dalam retinaku, imaji yang berusaha kugenggam namun jari-jariku hanya meloloskan udara, aku terkapar nyeri oleh injeksi rasa rindu bukan kepalang yang kau suntikkan padaku tapi aku tak bisa benci padamu.

Aku kehilanganmu tapi aku tak bisa benci padamu, inikah makna dari melodi nada simfoni agung yang dinamakan cinta?

***

Jarum jam pun bergerak dan detik pun berganti dan aku tak menghitung berapa kali detik itu berganti, karena aku terlalu sibuk mengejar imajimu yang kini jauh sehingga aku tak bisa merasakan cabikan rindu yang menyerang hatiku tiap detik berganti, hingga sampai pada suatu titik puncak dimana yang bisa dirasakan hatiku hanya sakit akibat kehilanganmu.

Sekarang di sini, di bawah kubah hitam dengan titik-titik cahaya terang aku mengejarmu yang bukan lagi delusi liar pikiranku yang berpenyakit rindu, mengulurkan tanganku untuk meraih hangat tanganmu dan merengkuh tubuhmu.

Nanti saat pandangan kita bertemu dalam irama degup jantung yang berkejaran, tolong bisikkan ke telingaku kalau kau merindukanku sebagaimana aku merindukanmu selama ini.

***

Ketika kita saling memandang hanya untuk mencari ketulusan dari manik mata masing-masing dari kita,
Ketika kita berpelukan hanya untuk merasakan degup jantung kita yang berakselerasi lebih cepat,
Dan ketika kita berbisik ke telinga satu sama lain untuk mengucapkan kesetiaan dan simfoni kasih sayang,

saat itulah, aku merasakan hadiah terindah ada dalam genggamanku.

di saat ada aku,
kamu,
lembut tatapmu,
dan hangat pelukmu.

***

a/n: puisi zaman purbakala yang saya pengen post aja karena memang saya suka, meskipun memang it's a load of crap. haha.


[fanfic] Incognito


.


a/n: crosspost aja terus iya teruuuuus. a Hey! Say! JUMP fanfic, btw.


warnings: OOC. AU. Mafia-themed. Dark , messy, and fast-paced plot. Sci-fi ga jelas. Useless crossdressing. Author ganteng. Don’t like then leave.

rate: PG-13 for dark plot, heavy theme, semi-gore, and mentions of suicide.

genre: Friendship/Angst with lil’bit of sci-fi

disclaimer: Don’t own anything except the plot. No profit gained. Just for fun.

~klik link di bawah untuk membaca~



hoshizora sketch #3 ; konayuki


.

[粉雪 ねえ 心まで白く染められたなら 二人の孤独を分け合う事が出来たのかい]
[Powdered snow, if you paled me white to the heart, can you share our loneliness?]



Kana benci dengan kenyataan ini. Benci dengan kenyataan bahwa ia selalu bisa mengenali sosok Nobuhiko dimanapun, kapanpun, saat keadaan apapun. Bahkan saat mereka bertengkar di bawah salju yang turun dan menenggelamkan diri dalam kerumunan orang-orang, Kana masih bisa mengenali Nobuhiko.

Dan itu menyebalkan. 

Kana menengadahkan kepalanya, merasakan serpihan salju yang dingin mendarat di kulit wajahnya. Dingin. 

Sama halnya dengan suasana hatinya sekarang.

Dan Kana benci kenapa ia tetap merasakan dinginnya kesepian tanpa Nobuhiko di saat mereka bertengkar.

Saat itulah Kana merasa tangan kanannya ditarik, menjauh dari kerumunan orang-orang. Ia tak punya kekuatan apapun untuk menolak, meskipun ia tahu orang yang menariknya adalah Nobuhiko. 

"Gomen, Kana-chan. Tapi aku... masih ingin melindungimu."

***

a/n: konayuki by remioromen. lyrics found at honyakukonyaku.livejournal.com

hoshizora sketch #2 ; ai nante


.


[かないで 離さないよ 全てを投げ捨てても
未来なんて 君なしじゃ 見えないよ いらないよ]
[Don’t cry, I won’t let go, even if everything is thrown away
There are such things as the future—without you [there], I can’t see you, you’re not here].



"Sudahlah, kalau Nobu pikir aku terlalu egois, cukup sampai di sini saja."

Sulit. Sulit mempertahankan hubungan dalam keadaan seperti ini--dua insan yang berada dalam satu industri entertainment, menjalin hubungan, pasti banyak hal-hal tidak terduga yang akan menghalangi jalan mereka. Kana sendiri lelah. Banyak yang ia inginkan, namun ia tahu ia tak bisa mendapatkannya--dan mungkin, Nobuhiko pikir ia egois.

"Terserah kau, Kana-chan. Tapi kau juga harus tahu kalau aku juga egois. Karena aku tak mau melepaskan Kana-chan. Masa depanku adalah bersama Kana-chan, dan masa depan Kana-chan adalah bersamaku..."

Dan Kana langsung menitikkan air matanya.

***

a/n: song Ai Nante by NEWS. lyrics from kashinotoki.blogspot.com

hoshizora sketch #1 ; my dearest


.

a/n: nobukana. nobuhiko okamoto & kana hanazawa. my recent otp. tersyeraaah tapi aku tetap cinta. supercell-my dearest lyrics from gendou



[遠く遠くどこまでも遠く / 君と二人 手を取って永遠に / どこまでだって行けるはず / もう一人じゃないと君はそう言い / また笑]
[Together with you and holding your hand / Far, far away, as far as the eye can see / We should be able to go anywhere forever / "You're not alone anymore," so you say/ and laugh again]


"Hujan lagi? Aaah..."

Tangannya yang kukuh merengkuh bahu Kana dan membawa gadis itu berteduh, dilebarkannya jaket untuk memberikan gadis itu perlindungan terhadap titik-titik air yang menyerang. Kana hanya menurut, dan dalam hatinya mengiyakan kata-kata orang yang bilang kalau Nobuhiko itu memang lelaki pembawa hujan.

"Yappa aku ini memang lelaki hujan ya, Kana-chan?"

Tidak--bagi Kana bukan. Bagi Kana, senyum Nobuhiko adalah cahaya matahari tersendiri baginya. Cahaya matahari yang bersinar di tengah hujan. Seulas senyum yang mampu membuat Kana tersenyum, dalam keadaan sesulit apapun. 

Senyum yang mampu membuat Kana tetap berada di sisi Nobuhiko apapun yang terjadi, bahkan jika seluruh dunia tak berpihak pada lelaki itu--Kana akan selalu berada di sampingnya. 

Karena senyum Nobuhiko adalah cahaya mataharinya.