Showing posts with label oke ini galau. Show all posts

time travel #1


.

sometimes i feel like i was lot, lot more stronger when i was younger; idk, maybe somewhere before my rebelling phase.

when i was in elementary school, my family was financially unstable. there were nights when  i couldn't sleep well because we couldn't afford dinner and i was very hungry, but i had to endure and i was telling myself, tomorrow, i will have a breakfast. we will buy rice from the vendor next door, and even if i have to share my portion with my sister, it will be okay, it will be enough. i borrowed money a lot from my friends to buy food at the school, couldn't afford books and uniform every semester--i went to a private school so i didn't get any book subvention. we wore old clothes and worn out shoes. i even took my brother and sister to walk almost 10 kilometers to our grandparents' house since we had no food, no money, and our parents had overtime at their respective workplaces so they didn't come home for a night.

(actually remembering this made me want to cry every time)

once i asked my parents for one thing; a computer to write my stories. i love writing, and i thought, it would be easier to have a computer since hey, i could type it and send my stories to magazines or publishers, if my stories could be published i would make money for my family! i want to help them so bad. but, they still couldn't afford it to me, but my father who had computer repairing as his side job, allowed me to use the computers he repaired before he gave them back to their owners.

back then i was so motivated and passionate, i really believed that i would make good stories that will bring us money. the computers come and go, i have to burn my file into a cd and wait until my father got a broken computer to repair again. in the meantime, i wrote my stories on a book, and my classmates were always so eager to read those. i never complained when my cd broke or missing, i re-typed my stories with patience; since i was very confident that i will make a good stories, and help my family.

i don't know what was the turning point that turned me like this--being so negative, so lazy, so unmotivated.  when i was in junior high, our financial situation did get better for a while--we could even afford our own computer and a ps2. that only last for at least half a year though, before suddenly storm hit back again, so we had to sell our house and most of our belongings, including our computer. i was already on teenager age, where emotional unstability is expected, and maybe because of that, my work ethic changed. my passion was still here, but hardly motivated. i became less of a hard worker, even if i got help from my relatives who provided me with laptop and another things that would make me motivated, but the motivation lasts only for a short span of time. i slacked off. that's why sometimes i asked myself, "should i really be helped?"

remembering this made me so ashamed and .... seriously, i am so damn proud of my old self, thinking that she maybe really feel disappointed seeing me, unmotivated and procrastinate, when she herself dreamed about being a good writer, the oldest daughter that would help her family's condition. seriously, i am really ashamed. with the flow of time i was expected to be better, better, and only better, and seeing myself right now ... well, the 10-years-old me would be very disappointed.

seriously, if the time machine does exist, i want to tell her this:

i am very proud of you,
from the crybaby 20-years-old sasha. 

hei mahasiswa ptn dua huruf di depok, kalian (kita) punya utang 100 juta ke masyarakat


.

terus kalian (kita) mau bayar pake apa? ada yang udah kepikiran?

"Galau itu, semakin dirasakan, semakin hilang." -- aya, 2013


.

galau juga ada diminishing return-nya loh HAHA suatu saat kita akan merasakan bosen galau sehingga rasa itu semakin hilang

yah sob dunia ini aja fana masa galau nggak.

being daddy's little girl


.

something that would never, ever, happen to me,
and also something that I longed for a long, long time.

I'm always mommy's little brat (at least until now)

snippets


.

I.
There are times when I just suddenly felt sleepy, so sleepy that I couldn't even move my eyelids. I lied on my bed like a branch, couldn’t move even an inch of my body, like there was an extra strong adhesive between my body and the sheets. I felt so tired, I would sleep like a dead.

In those times I wanted to sleep and never wake up again. In those times I just wanted to plung into a long, long dream. A dream which I could be smiling happily in it. A peaceful dream where I wouldn’t shed my tears again.

"Wake up, you lazybum."

But I realized these warmth of your hand wouldn’t be there, in the dream of eternity.

II.
One day, you sent me a bouquet of yellow roses. I frowned while remembering what day is today. Not my birthday, nor yours. Also not a Valentine nor White day. I stared at you, then at the flowers. You remembered that I didn’t particularly liked yellow.

Ah, something snapped on me.

Flowers could spoke.

"You’re jealous?"

You nodded.

I giggled cynically. “Of who?”

"Your thoughts of death and suicide," you answered. "Because of them, you always forget that I’m here for you."

I fell silent.

III.

"I am jealous of death."

"Why?"

"It could easily took someone’s important person away."

"… I’m sorry."

"Why are you apologizing? This is not your fault."

"But you know, death also the thing that will reunite us."

"… you’re right."

"Yeah."

"Will you wait for me?"

"Of course."

"Even if it takes years?"

"Of course. I love you not for nothing."

"Love you too."

--repost dari tumblr.

jodoh itu ... sebenernya kayak gimana sih.


.

hng jadi kan ya jodoh itu ceritanya udah ditentuin bahkan sebelum kita lahir kan ya. kenyataannya masih ada orang-orang yang sampai meninggal nggak nikah-nikah, ada juga pasangan-pasangan yang pernikahannya sampai ke akhir hayat tapi mereka nggak bahagia sama pasangan masing-masing, macam arranged marriage yang seolah 'memaksakan pernikahan' pokoknya bahagia ga bahagia yang penting gak cerai.

jodoh itu kayak apa?

apakah orang yang bisa membuat kita bahagia dalam satu komitmen sehidup semati, atau sekadar orang yang bisa menjaga komitmen itu meski tanpa rasa cinta?

apakah semua orang punya jodoh?

terus kalau punya, orang-orang yang nggak nikah sampai akhir hayat itu emang ga punya jodoh atau simply 'menelantarkan' jodohnya dan hidup sendiri? terus orang-orang yang sebelum nikah udah meninggal gimana?

... katanya sih jodoh pasti bertemu--

--tapi nantinya bersama gak? =)

(astaga sasha ngapain kamu malah nulis ginian sana nugas woi)

human behavior


.

hng

saya bersyukur masuk psikologi.

yang saya percaya adalah, psikologi itu 'mengamati perilaku orang'
bukan 'mengomentari perilaku orang sebebas-bebasnya, mau ngejudge dia kayak apa juga terserah saya.'

yang saya percaya psikolog itu, nggak boleh judgy.

saya adalah satu dari segelintir orang yang biasa dipandang sebelah mata. saya adalah orang yang kenyang dibilang 'sha, kamu kok kalo di internet bawel tapi di sini diem?' dan malah sering juga dibilang autis sama mereka yang salah kaprah dan seriously have no idea what is autism really means,

saya paling, paling nggak suka kalo sikap saya, perilaku saya, dikit-dikit dikomentari dengan alasan-alasan yang para pengomentar itu karang-karang sendiri dengan subjektif. apalagi kalau mereka nggak tahu saya. apalagi kalau mereka cuma kenal sama saya, bukan berteman dengan saya. ya, kenal sama berteman itu buat saya beda. like how you differ acquaintances with friends.


dan mungkin tipe orang seperti ini bukan cuma saya, hm?

tipe orang yang egois kayak gini, haha.

makanya saya, sedikit-sedikit, berusaha nggak terlalu judgy sama orang. karena saya juga ga suka dijudge orang.

katakanlah saya stoicist tapi saya emang percaya everything happen with a reason -- dan 'tingkah laku' juga termasuk daam 'everything' itu.


the garden of words | feels? thoughts?


.

kemaren--nggak kemaren, sih, tapi kayaknya minggu lalu--nonton The Garden of Words-nya Makoto Shinkai.

dan ...

... galau. ___(:"3

gatau kenapa tapi galau --

animasi dan grafisnya cantik. musiknya apik, ya ampun. flow ceritanya emang kurang sreg sih, tapi tetep aja kena serangan feels di klimaks cerita. mungkin karena seiyuu-nya yang emang gawl sehingga emosinya tersampaikan dengan baik. 

dan simbolisasinya juga... 

metaforanya ...

cantik banget. 

betapa satu kalimat sederhana bisa memiliki berjuta makna ; kekuatan kata-kata ; nggak butuh banyak bacot soal cinta. saya kagum. kagun karena film ini bisa mengeluarkan kekuatan dari kata itu sendiri, nggak mengumbar gombalitas. (?)


“A faint clap of thunder;
Clouded skies;
Perhaps rain comes – if so, will you stay here with me?”
“A faint clap of thunder;
Even if rain comes not;
I’ll stay here, together with you…”
tanka yang super cakep, kalau saya boleh bilang ___(:"3

visit this site for further observation -- it's more thorough than this rambling lol

dat chaotic mind


.

kadang saya iri sama orang lain karena mereka punya apa yang saya nggak punya. tapi kalau saya pikir lagi, orang-orang itu harusnya juga iri sama saya karena saya merasakan bagaimana rasanya tidak punya hal yang mereka punya dan saya nggak punya. saya merasakan dunia dan rasa kehidupan lebih banyak dari mereka. mereka bilang hidup itu harus dinikmati, kalau misalnya betulan mau menikmati hidup, berarti setiap rasa yang ada di hidup ini harus dicicipi satu persatu kan? sama aja halnya kayak makan rendang tapi nggak pedas, namanya bukan rendang jadinya, daging berbumbu aja biasa.

...sudahlah, abaikan.

silhouettes


.

"I'm a silhouette chasing rainbows on my own..." (Owl City - Silhouette)

kalau kau merasa terang, ingatlah kalau masih ada yang gelap--yang gelap, yang membuatmu bersinar, bayangan di setiap bias cahaya, hanya bayangan hitam di belakang sosokmu yang dipuja-puja.

kalau kau merasa terang, ingatlah kalau tanpa bayangan itu kau tidak akan terlihat terang.

kalau kau merasa terang, ingatlah kalau para bayangan itu juga memiliki keinginan untuk mengejar pelangi, melukis paduan tujuh warna itu pada 'kegelapan' dunianya--

--meskipun mereka hanya bayangan.

jadi maukah kau memberinya kesempatan?

The fire I began is burning me alive
But I know better than to leave and let it die

***

a/n: ...................................kurokoooooooooo /eh /bukan /maap

cuma kangen.


.


Bagaikan tumpukan kerikil di tepi sungai yang digerus arus dan dihempas angin, dari substansi padat kokoh bergeming menjadi butir-butir debu tak kasat mata, begitulah hatiku ketika dilanda rindu padamu.

Kamu dan aku kini dipisahkan oleh sesuatu yang abstrak bernama jarak dan tahukah kamu betapa inginnya aku mengeliminasi jarak itu, mendekatkan kembali dua pecahan hati yang tercerai berai sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh?

***

Kamu.
Kamu dan senyum.
Kamu dan senyum dan gigi taringmu yang menyembul.
Kamu dan senyum dan gigi taringmu yang menyembul dan matamu yang berbinar-binar seperti bijih intan yang memantulkan cahaya--

--aku suka.
aku suka.
aku suka.
aku suka.

dan aku rindu.

***

Aku tak pernah mau tersakiti seperti kancil liar yang tertembak bulir peluru pemburu di tengah hutan, terkapar, dan berdarah, namun kamu menyakitiku  dengan rasa rindu teramat sangat yang bagaikan toksin dalam sendiku, membuatku mati rasa kaku dan menggelepar nyeri, namun aku tak bisa benci padamu.

Aku terjajah oleh bayang imajimu yang tak nyata terproyeksi dalam retinaku, imaji yang berusaha kugenggam namun jari-jariku hanya meloloskan udara, aku terkapar nyeri oleh injeksi rasa rindu bukan kepalang yang kau suntikkan padaku tapi aku tak bisa benci padamu.

Aku kehilanganmu tapi aku tak bisa benci padamu, inikah makna dari melodi nada simfoni agung yang dinamakan cinta?

***

Jarum jam pun bergerak dan detik pun berganti dan aku tak menghitung berapa kali detik itu berganti, karena aku terlalu sibuk mengejar imajimu yang kini jauh sehingga aku tak bisa merasakan cabikan rindu yang menyerang hatiku tiap detik berganti, hingga sampai pada suatu titik puncak dimana yang bisa dirasakan hatiku hanya sakit akibat kehilanganmu.

Sekarang di sini, di bawah kubah hitam dengan titik-titik cahaya terang aku mengejarmu yang bukan lagi delusi liar pikiranku yang berpenyakit rindu, mengulurkan tanganku untuk meraih hangat tanganmu dan merengkuh tubuhmu.

Nanti saat pandangan kita bertemu dalam irama degup jantung yang berkejaran, tolong bisikkan ke telingaku kalau kau merindukanku sebagaimana aku merindukanmu selama ini.

***

Ketika kita saling memandang hanya untuk mencari ketulusan dari manik mata masing-masing dari kita,
Ketika kita berpelukan hanya untuk merasakan degup jantung kita yang berakselerasi lebih cepat,
Dan ketika kita berbisik ke telinga satu sama lain untuk mengucapkan kesetiaan dan simfoni kasih sayang,

saat itulah, aku merasakan hadiah terindah ada dalam genggamanku.

di saat ada aku,
kamu,
lembut tatapmu,
dan hangat pelukmu.

***

a/n: puisi zaman purbakala yang saya pengen post aja karena memang saya suka, meskipun memang it's a load of crap. haha.


'Cause when the stars silhouette me, I'm scared they'll forget me, and flicker out. (Owl City - Honey and The Bee)


.

karena aku tidak secerah itu untuk terus bersinar di tempat-tempat yang berselimut kegelapan.

karena eksistensiku bisa saja melebur menjadi debu yang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan cahaya terang.

karena aku masih mengedepankan egoku dengan menginginkan satu saja tempat di memorimu untukku.

Persona #6 ; struktur dasar


.

Terkadang, dekorasi adalah suatu muslihat terbaik untuk menutupi kebenaran--atau mungkin, fundamental dari suatu hal, karena dengan melihat dekorasi suatu persepsi dapat dialihkan dari kebenaran.

Tapi sedalam-dalamnya mengubur bangkai, lama-kelamaan baunya akan tercium juga.

Sama seperti ilusi yang nantinya akan pudar, menyisakan kabut yang menyelimuti kenyataan.

a/n: mindblow setelah baca Tokyo Zodiac Murders dan curhat sedikit sih

虹色蝶々『niji iro chouchou』


.

[What flowed out drop by drop
From a gap in the zipper
Was neither sadness nor tears,
But countless rainbow butterflies]



Karena dalam setiap lembar kenangan, tak hanya birunya air mata dan kuningnya tawa yang tersketsa, namun selalu ada warna lain yang turut mewarnai lembaran kertas simbol memori kita. 


Saat kita buka kembali lembaran cerita lama, mungkin yang pertama kali teringat adalah kesakitan--apa yang kita takutkan, apa yang kita lepaskan, apa yang hilang dari kita, atau luka yang tertoreh saat itu--dan mungkin juga keceriaan--apa yang kita tertawakan, apa yang kita tunggu-tunggu, apa yang kita dapatkan, dan rasa hangatnya senyum kita kala itu--sehingga kita kadang terlupa, di balik tabir warna tersebut, masih ada berbagai lapis warna lain yang menjadi fondasi warna tersebut.


Di balik suka ada duka, dan setelah duka ada suka.


Dan di samping suka dan duka, masih ada warna lain yang mendampingi mereka--hey, warna bukan hanya biru dan kuning, bukan?


Begitu juga lembar kenanganmu.


Because in every memory, things to learn are always 
there.


***


a/n: terinspirasi dari lagu Niji Iro Chouchou, dinyanyikan oleh Kamiya Hiroshi. aku suka lagunya :*

Persona #5 ; I'm unwanted


.

Kau yang bilang begitu sendiri padaku---bagimu, kau bukanlah siapa-siapa. Kau hanyalah satu titik kecil di alam semesta ini yang tidak mempunyai tempat dimana-mana, dan jika kau tersapu jauh dari sana, tak akan merubah apa-apa. Kau bahkan bilang kalau tidak akan ada yang akan menangisi jasadmu ketika nyawamu telah meninggalkannya. Kau bilang eksistensimu bukanlah apa-apa. Kau bilang, kau adalah manusia yang hanya membuat dunia sesak akan keberadaannya.

Lalu kau bilang padaku kalau lebih baik kau tak pernah ada di dunia ini.

Lalu kukatakan kalau kelahiranmu sama sekali bukan kesalahan, kau ada bukan karena kebetulan melainkan karena rencana Tuhan.

Lalu kau bilang padaku kalau kau sudah capek dengan segala omong kosongku, menuduhku tidak mengerti perasaanmu, dan meminta padaku untuk segera menghilangkan eksistensimu dari dunia ini.






Kukira, tak ada hal lain yang bisa kulakukan untuk menolongmu.

Jadi kupikir, aku akan mengabulkan permintaanmu yang terakhir ini.






Lalu kenapa kau berteriak saat aku menaruh pisau di lehermu, berniat untuk menghujamkannya menembus kulit dan dagingmu, merobek pembuluh darahmu sampai nyawamu hilang bersama likuid merah yang muncrat dari tubuhmu--dan bilang padaku kalau kau tak ingin mati?

***


a/n: terinspirasi dari Mirai Nikki: Another World episode 2

tampaknya, angin musim dingin betul-betul sedang bertiup.


.

karena sedari tadi jari-jariku terasa beku, tak kuasa menghasilkan satu karyapun. yang bisa kesepuluh jari ini lakukan hanya mengklik-klik tetikus dan menyalin-tempel karya-karya sebelumnya. huffft ;w;



dan btw aku juga lagi pilek, apakah karena 'angin musim dingin' itu?

hoshizora sketch #1 ; my dearest


.

a/n: nobukana. nobuhiko okamoto & kana hanazawa. my recent otp. tersyeraaah tapi aku tetap cinta. supercell-my dearest lyrics from gendou



[遠く遠くどこまでも遠く / 君と二人 手を取って永遠に / どこまでだって行けるはず / もう一人じゃないと君はそう言い / また笑]
[Together with you and holding your hand / Far, far away, as far as the eye can see / We should be able to go anywhere forever / "You're not alone anymore," so you say/ and laugh again]


"Hujan lagi? Aaah..."

Tangannya yang kukuh merengkuh bahu Kana dan membawa gadis itu berteduh, dilebarkannya jaket untuk memberikan gadis itu perlindungan terhadap titik-titik air yang menyerang. Kana hanya menurut, dan dalam hatinya mengiyakan kata-kata orang yang bilang kalau Nobuhiko itu memang lelaki pembawa hujan.

"Yappa aku ini memang lelaki hujan ya, Kana-chan?"

Tidak--bagi Kana bukan. Bagi Kana, senyum Nobuhiko adalah cahaya matahari tersendiri baginya. Cahaya matahari yang bersinar di tengah hujan. Seulas senyum yang mampu membuat Kana tersenyum, dalam keadaan sesulit apapun. 

Senyum yang mampu membuat Kana tetap berada di sisi Nobuhiko apapun yang terjadi, bahkan jika seluruh dunia tak berpihak pada lelaki itu--Kana akan selalu berada di sampingnya. 

Karena senyum Nobuhiko adalah cahaya mataharinya.

Persona #4 ; what hurts the most


.

"Yang sakit itu lukanya, bukan apinya." --@adrianisasha, 17 Juli 2012

Kenapa kau takut memegang api? Takut panas, katamu. Lalu kenapa kalau panas? Lalu kenapa kalau membakar kulitmu? Takut sakit, katamu. Hei, sejak kapan api itu menyakitkan? Api itu hanyalah salah satu dari berbagai fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Api itu panas. Hanya itu kata sifat yang mendeskripsikan api. Api itu tidak sakit. Yang sakit itu luka yang ditinggalkannya. Jadi kenapa kau takut sakit saat memegang api?

Persona #2 ; Distorsi


.

Hei, kamu. Iya, aku bicara padamu. Kemarilah. Kemari, ke sini, ke pangkuanku. Hari ini aku akan mengajakmu bicara banyak-banyak--atau sepertinya aku akan membuatmu bicara banyak-banyak. Tidak-apa-apa. Sebetulnya aku hanya akan mengajukan satu pertanyaan padamu. Iya, hanya satu.

Sebetulnya kamu, siapa?

Pertanyaan sederhana, bukan? Ah--maafkan aku, tapi aku tidak mau kau menyebut namamu, suatu hal yang pastinya aku sudah mengetahuinya. Yang aku inginkan sebagai jawabanmu adalah kejujuranmu--wajah di balik satu lapis topengmu yang selama ini kau sembunyikan. Wajah aslimu, wajah yang menggambarkan seperti apa dirimu yang sebenarnya.

Aku hanya ingin tahu, siapa kau sebenarnya?

Hei...





...atau sebaiknya, aku tidak usah tahu?

Apakah aku telah jatuh menjadi korban dalam distorsi makna topengmu itu, hm? Mengapa aku lebih tertarik terhadap hal yang kau sembunyikan rapat-rapat dalam dirimu, bukannya yang kau perlihatkan?

Padahal aku bisa saja membencimu kalau aku tahu sisi lainmu itu--satu hal yang paling tak kuinginkan.

Berarti, semua ungkapan "be yourself" itu tidak berlaku untukmu, dong? Kalau aku boleh menduga-duga, sisi dirimu yang kausembunyikan adalah sisi dirimu yang membuatmu takut. Takut akan penolakan dari lingkunganmu terhadap sisi dirimu yang itu. Takut akan kebencian semua orang yang melihatmu dengan wajah itu. Jadi kau mencoba menutupinya dengan topengmu, sampai topengmu itu larut dalam darahmu dan mengakar dalam dagingmu, menjadikan topeng itu bagian dari dirimu, sampai tak jelas batas antara dirimu yang sebetulnya dengan topengmu--itu berarti kau menjadi dirimu sendiri, kan?

Aku tak tahu itu termasuk kebohongan atau tidak. Mungkin iya. Mungkin tidak. Bisa saja kau bilang tidak karena kau merasa nyaman dalam kebohongan dan bisa saja kau bilang iya karena kau merasa tersiksa.

Kalau sudah begitu, apa yang akan kauperbuat?




..hei, jangan protes begitu. Aku kan sudah bilang kalau aku akan membuatmu bicara banyak.