Showing posts with label abaikan. Show all posts

people grow apart


.

sometimes from other people, sometimes from their old selves, sometimes from their ideal selves.

jodoh itu ... sebenernya kayak gimana sih.


.

hng jadi kan ya jodoh itu ceritanya udah ditentuin bahkan sebelum kita lahir kan ya. kenyataannya masih ada orang-orang yang sampai meninggal nggak nikah-nikah, ada juga pasangan-pasangan yang pernikahannya sampai ke akhir hayat tapi mereka nggak bahagia sama pasangan masing-masing, macam arranged marriage yang seolah 'memaksakan pernikahan' pokoknya bahagia ga bahagia yang penting gak cerai.

jodoh itu kayak apa?

apakah orang yang bisa membuat kita bahagia dalam satu komitmen sehidup semati, atau sekadar orang yang bisa menjaga komitmen itu meski tanpa rasa cinta?

apakah semua orang punya jodoh?

terus kalau punya, orang-orang yang nggak nikah sampai akhir hayat itu emang ga punya jodoh atau simply 'menelantarkan' jodohnya dan hidup sendiri? terus orang-orang yang sebelum nikah udah meninggal gimana?

... katanya sih jodoh pasti bertemu--

--tapi nantinya bersama gak? =)

(astaga sasha ngapain kamu malah nulis ginian sana nugas woi)

human behavior


.

hng

saya bersyukur masuk psikologi.

yang saya percaya adalah, psikologi itu 'mengamati perilaku orang'
bukan 'mengomentari perilaku orang sebebas-bebasnya, mau ngejudge dia kayak apa juga terserah saya.'

yang saya percaya psikolog itu, nggak boleh judgy.

saya adalah satu dari segelintir orang yang biasa dipandang sebelah mata. saya adalah orang yang kenyang dibilang 'sha, kamu kok kalo di internet bawel tapi di sini diem?' dan malah sering juga dibilang autis sama mereka yang salah kaprah dan seriously have no idea what is autism really means,

saya paling, paling nggak suka kalo sikap saya, perilaku saya, dikit-dikit dikomentari dengan alasan-alasan yang para pengomentar itu karang-karang sendiri dengan subjektif. apalagi kalau mereka nggak tahu saya. apalagi kalau mereka cuma kenal sama saya, bukan berteman dengan saya. ya, kenal sama berteman itu buat saya beda. like how you differ acquaintances with friends.


dan mungkin tipe orang seperti ini bukan cuma saya, hm?

tipe orang yang egois kayak gini, haha.

makanya saya, sedikit-sedikit, berusaha nggak terlalu judgy sama orang. karena saya juga ga suka dijudge orang.

katakanlah saya stoicist tapi saya emang percaya everything happen with a reason -- dan 'tingkah laku' juga termasuk daam 'everything' itu.


help me


.

I need a tutorial on 'how to get senpai to notice me'

.
.
.

wait

.
.
.

he already did

.
.
.

in a hallway, we crossed paths, and we smiled to--each others?
no, maybe he was smiling for my friend, but--

.
.
.

--senpai, i liked your smile

.
.
.

no scratch that, i think i will always like your smile

Why so hypocrite


.

Yang saya tangkap dari ucapan anda hari ini, anda tengah membangun tembok di atas tanah yang ada namun tidak punya eksistensi.

Yang saya tangkap dari ucapan anda hari ini, anda tengah berusaha mengecat pelangi dengan warna hitam dan putih.

Yang saya tangkap dari ucapan anda hari ini, anda minta tapi tidak mau memberi--oh, bolehkah saya tanya apa makna apresiasi bagi anda?

Saya muak. Sini biar saya bom tembok yang anda bangun.

Bikin sempit, tahu.

...llorz. udah ah saya dengerin eien no nightscape aja untuk yang kesekian kalinya.