senang sekali.


.

i have interest in good food, good visual art (at least according to my eyes' tastes) and good humor. i have good friends who always entertain me with good humor, the friends who i could share my foods with, and the friends who will listen about life problem and cheer me up.

when i have all of them in an aesthetically pleasing place (even) with (cold) delicious foods, i won't mind every rupiahs i spent to get that experience since it will totally worth it.

drabble dump


.

a/n: basically this is what happen when i decided to pick 5 songs from my playlist and make them drabbles. mengambil karakter-karakter random yang saya juga gak tahu siapa. bad english yaampun sasha tidak pernah belajar ya.

btw ini dipost juga di akun facebookku.

place i'll never be; adhitia sofyan

they are two adventurers seeking for all the wonders in the world, from the slightest one (like some random animal's den or the shape of the dew on the leaves) until the noticeable wonders. they love to see places they has never seen yet; they love to discover all the miracles kept in this earth.

they marked the places which they already set foot onto on the map.

"we can go everywhere," the younger one says. "let's go until the end of the world!"

"you're saying that like it's a hell of easy task."

"well, it's easy! since i have a place i will never belong to."

"where?"

"your heart?"

silence.

peter pan; exo

"you never grow up, don't you?"

she sighs heavily as she tried to remove a piece of bubblegum stucked on her hair. he grins, mischievously, without any intention to apologize; he seems to happy seeing she get in trouble because of the bubblegum he stucked on her hair.

"after this, you should pay my salon fee." she hisses.

"what? no, i don't want!"

"what are you, 10?" she said as she finally able to remove the bubblegum, and her well-styled hair becomes messy. "you did this thing, you should take responsibility. that's what adults do. you are not a child anymore dammit."

he smiles.

"that's why i want to stop growing up and stay as a children," he answers, "like peterpan--no responsibility, almost-unlimited freedom, and; hey, it's easier getting attention if you're a child!"

theater of a witch; kajiura yuki

just like every flower can bloom and wither, everyone has evil inside of them which can be shown or kept inside. the choice is up to you.

the sore feet song ; ally kerr

sometimes we are doing something for someone we hold dearly.

like we can walk a thousand miles for them and even further, we hurt our feet because of that but we will be still happy seeing our beloved one(s) after all those efforts.

it's like love is a drive force causing us to walk.

the question is; is doing something for our beloved selfless or actually selfish?

(because, of course, deep in our heart we don't want our beloved go; we can't)

wolf bite; owl city

hi we are something that resides in every human's mind and heart and you'll never realize our existence until you get bitten. we took form as wolves; who reside in darkness so you cannot see us, but don't worry we are not completely hidden. if you careful enough you will see us.

well, humans like to call us 'lie' though.

(so basically, is every human a werewolf?)
(since they lies a lot)

(wow, this is getting funny.)

hm


.

di newsfeed facebook lagi ada diskusi rame tentang penulis fiksi. ada satu pendapat yang bikin beberapa pihak sedikit shock/goyah: pendapat bahwa penulis fiksi itu penipu massal karena bikin banyak perempuan jadi delusional, terlalu menjual mimpi, dan membangun ekspektasi mustahil tentang laki-laki yang mau dijadiin pasangan.

terus aku mikir; "wah ada juga ternyata yang mikir kayak gini."

i mean aku sering banget dipertemukan dengan penulis-penulis yang memang senang jadi penulis dan bener-bener aware dengan advantage dia sebagai penulis, tapi jarang banget aku nemu penulis yang berpendapat seperti itu. pendapat seperti itu ga bisa dibilang salah atau benar, namanya juga pendapat, tapi aku melihat bukti dari pendapat itu di sekeliling, dimana orang-orang kadang menemukan tipe idealnya dalam fictional characters dan jadi mematok standar tinggi untuk pasangannya di kehidupan nyata. itu menunjukkan betapa penulis yang satu ini memang aware akan keadaan ini, dan ia mengakui keadaan itu.

tapi bukannya aku mau membenarkan pendapat itu juga ya--karena gimanapun juga, aku punya pendapatku sendiri, dan gimanapun juga, itu cuma pendapat, opini. semua orang bebas mengungkapkan pendapat, setajam apapun pendapatnya. pendapat orang lain nggak selalu benar, pendapat kita juga nggak selalu benar. pernah mikir kalau pendapat orang-orang itu adalah kunci untuk jendela yang beda-beda, ketika dibuka pemandangan yang kelihatan beda-beda padahal masih di daerah yang sama. kita bisa melihat dunia nggak cuma dari satu sisi aja dan itu menyenangkan.

kritis aja; pendapat orang jangan terlalu dimasukin hati, kalau udah suka nulis ya udah nulis aja selagi nggak bawa keburukan.  dia berhak pegang pendapatnya sendiri, kita juga berhak dong pegang pendapat kita sendiri?

ini cuma masalah sudut pandang kok, kebetulan kita berdiri di tempat yang berbeda.

terakhir, mau ngutip kata-katanya kim jongin aka kai exo:

"No matter what you do, its easy to get scared if you don’t sincerely like it but you have to find the passion to enjoy it, and then you’ll be able to do it happily."

"If you forget why you started something, then it comes as a stress to you. So that's why I try to remember why I started it, I will remember why I start singing and dancing and try to get hold of my mind."
 

buka bersama pertama ramadhan 2014....


.

.....sangat menyenangkan.

tahun ini jarang ikutan buka bersama dan satu-satunya buka bersama yang diikutin cuman buka bareng (setengah) kelas waktu di sma dulu. seru ya, meskipun sekarang yang diomongin udah beda, kegiatannya udah beda-beda, tapi masih aja kelihatan sama kayak dulu, waktu masih sekelas, waktu masih barengan, waktu masih sering ketemu. apa mungkin gara-gara belum lama kepisahnya ya?

kita mungkin adalah kelas yang sekelasnya paling lama, dua setengah tahun di saat yang lain itu punya temen sekelas yang sama cuma dua tahun. apalagi orang-orangnya dikit, agak sayang juga kalau anak-anaknya nggak kompak hehe. seru ya kayaknya kalau bisa bareng terus, karena mereka semua adalah kenangan yang hidup, jadi bersama mereka sama dengan bersama kenangan dan kenangan itu bakal terasa lebih 'hidup' ketika lagi bareng-bareng.

pengen barengan terus, semoga silaturahminya tetep terjalan meskipun udah ada dunia masing-masing :"D

ps: salah satu yang gak berubah adalah selera humor yang ternyata malah semakin rusak.

give-up magnet


.

kadang sering ngerasa "i'm not good enough, i'm not good as him/her/whoever, i won't make it, i won't" dan hal itu malah narik aku untuk berhenti berusaha dan menyerah begitu saja, i'm a ball of insecurities anyway. ada waktu-waktu di saat aku ngerasa aku sudah nabrak limit dan nggak mungkin menembus limit itu, ibaratnya ketika lagi jalan terus nemu jalan yang ditembokin dan malah balik pulang ke rumah; sementara orang lain mungkin melakukan sesuatu seperti manjat tembok tersebut meskipun jatuh bangun jatuh bangun.

suka sebel ya kalau misalnya yang bikin kita menyerah itu justru insecurity dari diri sendiri, bukan dari orang lain, bahkan orang lain belom bilang apa-apa tapi diri kita sendiri udah bilang nggak bisa. hm

dari dulu udah dikasih tau kalo pikiran negatif bisa mempengaruhi performa jadi semakin jelek; intinya semesta mendukung lah ya. kalo kamu mikir bisa the universe will conspire to make you can and vice versa. tapi kenapa pikiran negatif itu susah banget dihilanginnya ya haha. bener sih, biasanya yang merugikan diri sendiri itu justru yang lebih mudah didapat.

(hanya kontemplasi ngawur mengutuki diri sendiri yang mager memanjat tembok; entah mager, atau memang insecure)


because this life has its meaning, so instead of questioning whether we worth living or not, we should make ourself worth it to grasp that 'meaning' of life.


.

-- sudden thought. (oh me is so slowpoke)

[review] Puella Magi Madoka Magica - The Story of Rebellion (Movie)


.


Title: Puella Magi Madoka Magica : Hangyaku no Monogatari (The Story of Rebellion)
Runtime: approx. 1 h 56 min.
Genre: Magical Girls, Fantasy, Psychological, Thriller
Rating: Teen and Up Audience

Personal Score: 11/10 << im goddamn serious about this

--

Awalnya saya ga begitu tertarik nonton movie-movienya Madoka Magica (meskipun saya suka banget sama serial animenya) karena dua movie pertama cuma recap, terus pas movie yang ketiga ini tayang saya dikasih tahu kalo ceritanya beda banget dan merupakan direct sequel dari animenya. Saya penasaran kan, dan mutusin buat nunggu aja sampai DVDnya release dan bisa download yang dvdrip tapi reaksi temen-temen yang udah nonton bikin diri ini semakin kepo dan akhirnya kemarin saya bela-belain donlot yang camrip.

Dan pas udah nonton ...

... saya gatau mau ngapain, entah pengen nyesel, entah bersyukur...

Nyesel. Nyesel karena movie ini ratusan kali lebih mind-torturing daripada anime aslinya. Para audience dibawa jauh ke dalam sisi gelap seorang Magical Girl/Puella Magi dan seolah 'dijebak' di sana. Twist-nya juga ngeselin IMHO, saya ga bisa nahan mulut saya buat ga jawdrop melihat apa yang terjadi pada plotnya. Memang ada masa-masa dimana saya nganggep twistnya sedikit nonsense, tapi mengingat Kyuubey pernah bilang kalo Puella Magi itu menyimpan kemungkinan yang tidak terbatas, twist yang disajikan di sini adalah bukti ucapan itu -- salah satu kemungkinan yang dimiliki seorang Puella Magi.

Anime ini horor secara psikologis. Yap. Mungkin cuma saya aja, tapi art yang dipakai di anime ini sungguh surreal, sungguh cantik namun juga menakutkan. Anime ini punya beberapa hal trivial yang seandainya kalian menyadarinya, anime ini bisa jadi jauh lebih horor. Itu membuktikan betapa well-made-nya anime ini dan betapa matang universe building-nya. Bener-bener surreal, dark, dan ... aaaah. Serem.

Bersyukur. Bersyukur karena bisa liat anime bagus macem gini lagi. Nggak bisa dipungkiri, artnya yang surreal itu cantik banget di mata saya, meskipun menakutkan. Musik, as expected from Kajiura Yuki, juga membawa suasana menjadi lebih terasa nyata. Nggak salah emang Madoka Magica kadang disejajarkan dengan Evangelion kalau soal kualitas cerita dan mind-torture. Kegelapan yang kita bisa lihat di sini, di The Story of Rebellion, merupakan kegelapan hati manusia, seorang individu, and sometimes we have no idea how dark it could be and how to depict that. Menurut pendapat saya, Rebellion sudah cukup bisa membawa konsep 'kegelapan' itu ke dalam bentuk animasi visual dan cerita yang cantik dan matang.

Pokoknya .... saya harus nonton ini lagi. Kalo udah ada yang berbaik hati ngerip DVDnya hehe

Closing quotes, from the series' creator, Gen Urobuchi:

" When I try to write love, it only turns into horror. Thinking about it with a clear head, feeling such deep emotions to some other person you don't even know is truly a terrifying thing. Also, I wonder if love isn't a manifestation of madness in some way."